New Normal 15 Juni 2020, BOP-LBF Bangun SRO dan CHS Pariwisata

aloysius, 30 May 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

LABUAN BAJO- Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOP-LBF), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (Pemprov- NTT), dan Stakeholder pariwisata, sepakat untuk membuka kembali aktifitas pariwisata di Nusa Tenggara Timur pada 15 Juni mendatang.

Hal tersebut tertuang dalam siaran pers BOP-LBF, bernomor: 008/SP/Komblik/BOPLBF/V/2020, tanggal, 27 Mei 2020. Dalam siaran pers itu menerangkan bahwa, pembukaan kembali aktifitas pariwisata NTT tersebut berdasarkan hasil rapat koordinasi melalui video confrence (Vicon) yang dipimpin langsung Gubernur Viktor Bungtilu Laiskodat bersama Forkompinda dan para Bupati / Walikota se Nusa Tenggara Timur pada Selasa, (26/05/2020).

Sejalan dengan rapat tersebut, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf); Wishnutama Kusubandio, usai rapat kabinet terbatas yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo melalui video conference pada Kamis, (28/5/2020), menegaskan, sesuai arahan Presiden Joko Widodo, bahwa persiapan tatanan normal baru sektor pariwisata akan dilaksanakan secara bertahap, hal itu dimulai dari penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP), pelaksanaan simulasi, sosisialisasi, hingga uji coba.

Labuan Bajo sendiri diputuskan menjadi pilot project penginisiasi pemulihan pada sektor pariwisata di NTT. Karenanya, aktifitas pariwisata akan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan sebagai standar normal baru. Mengingat, Labuan Bajo merupakan destinasi pariwisata perioritas super premium, sekaligus gerbang wisata bahari dunia.

Dalam persiapan selama masa tanggap darurat Covid-19, Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores (BOPLBF) terus melakukan koordinasi intensif dengan pemerintah daerah dan para stakeholder pariwisata dalam rangka mempersiapkan segala kemungkinan yang terjadi paska memasuki masa uji coba "New Normal"disaat pandemi Covid-19 sedang berjalan.

Direktur Utama Badan Otorita Pariwisata Labuan Bajo Flores, Shana Fatina, menyampaikan, tatanan normal baru sektor pariwisata ini juga berjalan beriringan dengan program bersih, sehat, dan aman (Clean, Health, and Safe – CHS) hal ini sejalan dengan program Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai upaya mendukung terwujudnya New Normal di Indonesia, seperti yang telah disampaikan Presiden Joko Widodo dalam berbagai kesempatan.

“Harapannya, new normal ini dapat berjalan efektif pada pertengahan Agustus mendatang usai masa uji coba selama 2 bulan, sebagai upaya untuk mewujudkan new normal”, ungkap Shana.

Selain itu, dalam upaya mewujudkan tatanan normal baru melalui penerapan protokol kesehatan pariwisata, BOPLBF saat ini sedang membangun sistem digital registrasi online bagi para wisatawan yang ingin berkunjung ke destinasi wisata Labuan Bajo, baik destinasi wisata bahari maupun di darat.

Shana menegaskan, sejak awal BOP-LBF telah merancang pembangunan sistem digital pariwisata terpadu yang terintegrasi ini dalam satu big data. Tujuannya agar sistem digital pariwisata ini dapat dijadikan rumah bagi pariwisata Flores dan NTT secara keseluruhan.

“Kami sedang usahakan langkah awal percepatan berjalannya sistem registrasi online untuk mempermudah akses para pengunjung ke destinasi wisata khususnya yang ada di Labuan Bajo. Sistem digital ini salah satu cara yang kami lakukan agar bisa mengatur jumlah pengunjung dan menata pola perjalanan wisatawan untuk menghindari kerumunan”, terang Shana.

Sistem registrasi online ini lanjut dia, sesuai rencana, akan diuji coba pada tanggal 9 Juni mendatang. Registrasi online ini sekaligus berfungsi mengatur jadwal dan quota pengunjung. Selain itu, sistem ini juga dimaksudkan untuk mendata identitas para pengunjung yang datang dan mentracing riwayat perjalanan para pengunjung.

Tidak lupa ia menekankan, pentingnya identifikasi data pengunjung sebagai salah satu upaya mempekuat penerapan tatanan normal baru di sektor pariwisata.

“Kami sudah beberapa kali berkoordinasi dengan para pengelola destinasi wisata salah satunya dengan BTNK, agar secepatnya bisa memenuhi kelengkapan yang dibutuhkan untuk bisa membangun sistem ini. Pagi tadi kami sudah lakukan rapat koordinasi dengan Dinas Pariwisata Mabar dan sekaligus mendata apa saja yang diperlukan untuk mempersiapkan sistem ini”, ungkap Direktur Utama BOP-LBF Shana Fatinah.

Selain ini dalam waktu dekat pihaknya bersama Disparbud setempat melakukan koordinasi dengan berbagai asosiasi hotel, restoran, agen perjalanan, dan para pelaku pariwisata untuk sekaligus menghimpun terkait seluruh kebutuhan menyambut aktifnya kembali pariwisata Labuan Bajo pada 15 Juni mendatang.

“Kami akan undang teman-teman dari berbagai asosiasi dan teman-teman pelaku pariwisata dan perjalanan lainnya untuk menghimpun masukan kira-kira apa saja yang diperlukan dan relevan dengan situasi setempat, karena kami sadari teman-teman di industri pariwisata ini paling merasakan imbas pandemi covid-19 dengan sepinya pengunjung, terutama pada dua bulan belakangan ini”, ucap Shana.

Pihaknya meyakini, dengan kepatuhan pada standar protokol kesehatan, sektor pariwisata di NTT, khususnya Labuan Bajo dan sekitarnya dapat berjalan normal seperti sedia kala.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Manggarai Barat, Agustinus Rinus dalam rapat koordinasi bersama BOP-LBF pagi tadi mengungkapkan optimismenya menyambut new normal pariwisata Manggarai Barat.

“Yang jelas kami mempersiapkan hal-hal yang diperlukan untuk menunjang kelancaran penerapan normal baru ini, termasuk bersama BOP-LBF mempersiapkan SOP Protokol Kesehatan, termasuk dengan sinergi dengan para stakeholder”, terang Gusti.

Ia menegaskan, protokol kesehatan pariwisata di rancang dengan mengacu kepada aturan Kemenkes dan Gugus Tugas Nasional Pencegahan dan Penanganan Covid-19. Semua protokol kesehatan pariwisata ini nantinya akan diterapkan di alur perjalanan wisatawan meliputi; registrasi wisatawan terpadu, pengendalian kedatangan dan keberangkatan di bandara dan pelabuhan, mendorong penggunaan masker setiap waktu, termasuk mendorong penyediaan sanitasi dan pengecekan suhu tubuh di setiap tempat, pemberlakuan pembatasan sosial/fisik, serta penerapan layanan intensif terkait kesehatan, kebersihan, dan keamanan pada tempat-tempat pariwisata.

“Sesuai arahan Presiden, kami upayakan agar uji coba penerapan tatanan baru ini bisa berjalan seperti yang kita harapkan, sambil terus kita evaluasi secara berkala. Termasuk sistem registrasi online yang sedang dibangun, kami yakin akan sangat membantu terutama memantau aktivitas para pengunjung yang datang ke Labuan Bajo”, tutup Gusti Rinus. (Louis Mindjo)*

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu