Pemkab Mabar Minta Kemenhub Segera Tutup Bandara Komodo dan Pelabuhan Laut

aloysius, 25 Mar 2020, PDF
Share w.App T.Me
INDONESIASATU.CO.ID:

LABUAN BAJO - Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat (Pemkab Mabar) melalui Wakil Bupati drh. Maria Geong, P.h.D, mengadakan konferensi pers perihal Penutupan Pelabuhan Laut dan Bandar Udara Komodo di Posko Covid-19 Kantor Bupati Manggarai Barat, Rabu, (25/03) petang.

Mengacu pada Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 Tentang Kekarantinaan Kesehatan bahwa kemajuan teknologi transportasi dan era perdagangan bebas dapat berisiko menimbulkan gangguan kesehatan dan penyakit baru atau penyakit lama yang muncul kembali dengan penyebaran yang lebih cepat dan berpotensi menimbulkan kedaruratan kesehatan masyarakat serta aturan terkait lainnya.

"Karena itu, Sebagai upaya mencegah merebaknya Coronavirus atau covid-19, Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat meminta Kementerian Perhubungan untuk segera menutup sementara penerbangan dan pelabuhan penumpang ke Labuan Bajo", kata Wabup Maria 

Hal tersebut dianggap penting dalam rangka upaya cegah tangkal penyakit dan faktor resiko kesehatan yang komprehensif dan terkoordinasi, serta membutuhkan sumber daya, peran serta masyarakat, dan kerja sama internasional.

"Labuan Bajo ini kan kota destinasi pariwisata super premium internasional tentu sangat diperlukan tindakan preventif yang cepat dan tepat.Sebagai pemimpin daerah kita harus tegas dalam nengambil keputusan, terutama berkaitan dengan kecepatan merebaknya pandemi Coronavirus ini", kata Wabup Maria.

Merujuk pada gambaran umum dan laporan situasi perkembangan covid-19 di wilayah itu, hingga kini, belum ada laporan hasil test swap tim medis rumah sakit rujukan atau RSUD Komodo yang mengatakan seseorang terpapar positif Covid-19.

Walau demikian, Ia tidak membantah, bahwa data hasil pengamatan yang dihimpun Posko Pengendalian Covid-19 di Manggarai Barat per 18 hingga 25 Maret 2020, terjadi lonjakan jumlah Orang Dalam Pemantauan atau ODP dan Pasien Dalam Pemantauan atau PDP.

"Dalam tenggat waktu 8 hari,kita juga dapat laporan dari Posko Pengendalian Covid-19, ada lonjakan kasus mencapai 442,86 % dengan jumlah ODP dan PDP sebanyak 31 orang. Ini juga kami harus jadikan pertimbangan untuk menutup bandara komodo dan pelabuhan sebagai upaya memutus penyebaran virus Corona ini", terang Wabup Maria kepada indonesiasatu.co.id melalui pesan singkat, usai gelar konferensi pers, Rabu,(25)03) petang.

Kepada sejumlah awak media, Wabup Maria menjelaskan bahwa, pihaknya sudah mengirim surat ke Kemenhub untuk menghentikan penerbangan dan pelayaran ke Labuan Bajo untuk 9 hari terhitung mulai 26 Maret hingga 3 April 2020.

Keputusan terkait penutupan penerbangan dan pelayaran merupakan keputusan bersama Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan otoritas Bandara Udara Komodo dan Syabandar Labuan Bajo.

“Khusus untuk pelayaran laut, kita hanya minta menghentikan pelayaran kapal penumpang sedangkan untuk kapal logistik tetap berlayar,” kata dia.

Dia juga menambahkan, keputusan penutupan penerbangan dan pelayaran menuju Labuan Bajo merupakan keputusan yang  ekstrim dikarenakan banyak pertimbangan diantaranya, meningkatnya jumlah ODP dan PDP ditambah dengan keterbatasan fasilitas kesehatan Alat Pelindung Diri atau APD seperti Apron, Respirator, google pelindung mata, Masker N95, Masker 3Ply, Gaun Disposable, Handscoon Steril dan penutup kepala bedah.

“Selain menanti tambahan perlengkapan Alat Pelindung Diri, kami juga tidak mau mengambil resiko paling besar, bisa di bayangkan populasi penduduk Manggarai Barat sebanyak 256.000 Jiwa, Kami ingin Manggarai Barat bebas dari Virus Corona,” tutup Wabup Maria. (Louis)*

PT. Jurnalis Indonesia Satu

Kantor Redaksi: JAKARTA - Jl. Terusan I Gusti Ngurah Rai, Ruko Warna Warni No.7 Pondok Kopi Jakarta Timur 13460

Kantor Redaksi: CIPUTAT - Jl. Ibnu Khaldun I No 2 RT 001 RW 006 Kel Pisangan Kec Ciputat Timur (Depan Kampus UIN Jakarta)

+62 (021) 221.06.700

(+62821) 2381 3986

jurnalisindonesiasatu@gmail.com

Redaksi. Pedoman Siber.
Kode Perilaku.

Mitra Kami
Subscribe situs kami
Media Group IndonesiaSatu